09 Januari 2026

Dunia memperingati International Thank You Day pada setiap tanggal 11 Januari. Hal tersebut menjadi sebuah momentum sederhana untuk mengingat kembali arti dari sebuah ucapan “terima kasih”. Meski ucapan tersebut kerap dianggap sepele, rasa terima kasih sejatinya memiliki peran yang besar dalam kehidupan sosial, termasuk dalam konteks kehidupan kerja. Salah satu bentuk rasa syukur itu pasti akan sangat terasa di tengah tuntutan target dan deadline.
Rasa syukur bukan hanya soal etika sosial. Rasa tersebut merupakan bagian dari ekosistem kerja yang sehat dan dapat mempengaruhi cara individu memaknai pekerjaannya, berinteraksi dengan rekan kerja, dan menjalankan tanggung jawab profesional. Lebih dari itu, berbagai penelitian menyatakan bahwa rasa syukur berdampak nyata pada motivasi, kinerja, dan kualitas hubungan antar manusia.
Salah satu penelitian mengenai rasa syukur dilakukan oleh Nicuță, Opariuc-Dan, Diaconu-Gherasim, dan Constantin pada 2025. Penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki kecenderungan bersyukur cenderung lebih termotivasi secara intrinsik dan mampu menunjukkan kinerja tugas yang lebih baik. Rasa syukur tersebut membantu individu melihat makna di balik pekerjaannya, bukan semata sebagai kewajiban, tapi juga sebagai kontribusi yang bernilai. Nah, dari situ-lah motivasi dari dalam diri tumbuh dan pada akhirnya tercermin dalam kualitas serta konsistensi kinerja.
Bagi karyawan, rasa syukur berperan sebagai sumber daya psikologis yang penting. Individu yang bersyukur cenderung lebih termotivasi dalam menjalankan tanggung jawabnya karena mereka mampu mengaitkan pekerjaan dengan tujuan dan makna yang lebih luas. Selain itu, rasa syukur membantu karyawan menjaga fokus dan komitmen kerja, serta membangun sikap yang lebih positif dalam menghadapi tantangan dan tekanan pekerjaan. Dalam jangka panjang, kondisi ini mendukung kinerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Di tingkat yang lebih luas, rasa syukur juga memberikan dampak signifikan bagi lingkungan kerja. Budaya yang mendorong apresiasi dan penghargaan antar rekan kerja berkontribusi pada terciptanya hubungan kerja yang lebih sehat dan suportif. Interaksi yang dilandasi rasa saling menghargai mendorong kolaborasi yang lebih terbuka, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan suasana kerja yang kondusif. Lingkungan kerja seperti ini tidak hanya mendukung pencapaian target organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman kerja secara keseluruhan.
Rasa syukur di tempat kerja bukan sekadar ekspresi sopan santun, melainkan sumber daya psikologis yang berperan penting dalam membentuk motivasi dan kinerja karyawan. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kecenderungan bersyukur cenderung lebih termotivasi secara intrinsik dan mampu menunjukkan kinerja tugas yang lebih baik. Dalam momentum International Thank You Day, temuan ini menjadi pengingat bahwa ucapan terima kasih memiliki makna yang lebih dalam. Ungkapan itu akan membantu dalam membangun hubungan kerja yang sehat, menumbuhkan motivasi dari dalam diri, dan pada akhirnya mendukung kinerja yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Maka dari itu…
Yuk, jangan sampai terlewat untuk mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang berada dalam lingkup kita ya!
Sumber: Elena-Gabriela Nicuță, Cristian Opariuc-Dan, Diaconu-Gherasim, L. R., & Constantin, T. (2025). Linking trait gratitude to employees’ performance and work motivation: A two-wave longitudinal study. Personality and Individual Differences, 246, 113310–113310. https://doi.org/10.1016/j.paid.2025.113310

26 Juni 2023
Jenis-jenis Kontrak Kerja Keryawan yang Perlu Diketahui
Kontrak KerjaKaryawanPekerjaanPengertianTujuan
02 September 2022
5 Habit Yang Mengganggu Produktivitas Bekerja

02 Mei 2024
Post holiday blues: Fenomena stres yang sering dialami sehabis Liburan
Post Holiday BluesStresLiburanTipsStres Pasca Liburan
01 September 2023
5 Cara Cepat Mengatasi Insomnia
InsomniaGangguanTipsPenyebabKesehatan