Tips Menghadapi Layoff

26 Desember 2022

20245314323153.jpg

Gelombang layoff terjadi pada perusahaan-perusahaan terutama perusahaan teknologi. Daripada hanya was-was akan kemungkinan layoff di depan mata, terapkan strategi ini untuk persiapkan diri. 


Perusahaan teknologi mulai dari yang skala global hingga nasional sudah melakukan efisiensi pekerja atau layoff. Di tingkat global ada Meta, Twitter, dan Amazon. 


Sedangkan perusahaan taraf nasional yang layoff adalah GOTO, Ruangguru, dan Sirclo. Melihat banyaknya perusahaan yang melakukan layoff membuat karyawan anxious.


Banyak sekali yang was-was, merasa tidak aman, dan bingung apa yang harus dilakukan. Padahal belum tentu perusahaannya akan mengambil langkah yang sama dengan GOTO atau Meta.


Apakah kamu salah satu yang merasa seperti itu, Be-Emers?

 

Strategi Menghadapi PHK



Dilansir dari Forbes, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan dipersiapkan dalam menghadapi layoff yang tidak menentu akan datang.

 

1. Fokus pada Pekerjaan


Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan fokus pada pekerjaan. Saat kita fokus pada pekerjaan perasaan takut, was-was, dan tidak aman akan teralihkan.


Lakukan pekerjaan-pekerjaan secara satuan, jangan multitasking atau melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan.


Multitasking membuat cara kerja kurang efisien karena pikiran terus-menerus memfokuskan kembali pada pekerjaan yang berbeda, ini akan banyak menguras energi.


Baca Juga: 5 Tips yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Kena PHK

 

2. Kembangkan Personal Branding


Tidak hanya fokus pada pekerjaan, kamu juga harus mengembangkan personal branding. Cara paling mudahnya yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan memperbaharui profil LinkedIn.


Dalam membuat personal branding, sertakan detail kemampuan-kemampuan yang dikuasai dan yang relevan. 


Sering membuat postingan yang menunjukan personal brandingmu agar orang-orang menyadari kapasitasmu.

 

3. Abaikan Gosip Kantor


Dalam masa genting seperti sekarang ini pasti selalu ada gosip-gosip yang bertebaran dalam lingkungan kantor. Abaikan gosip-gosip tersebut.


Jika ada orang-orang disekitar yang mulai mengobrol soal gosip itu, jangan ikut dalam percakapannya. Ubahlah percakapan menjadi topik yang lebih positif.


Hati-hati juga dalam mempercayai seseorang di lingkungan kantor di tengah situasi yang tidak menguntungkan ini.


Baca Juga: Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Modal HP dan Rebahan, Khusus Pegawai yang Kena PHK

 

4. Kembangkan Networking


Saat kemungkinan layoff di depan mata, jangan hanya diam. Lakukan sesuatu yang positif, salah satunya mengembangkan networking atau jaringan.


Mengembangkan jaringan saat ini bisa dilakukan dengan cara yang mudah, yaitu melalui media sosial.


Media yang formal dan dalam ranah pekerjaan bisa melalui LinkedIn. Kirim koneksi ke banyak orang dan jaga hubungan tersebut.

 

5. Buat Rincian Pencapaian Kerja


Selama bekerja pasti berdasarkan acuan dan ada indikator performa. Dari indikator performa tersebut terlihat seberapa besar pencapaian kerjamu. Buatlah rincian pencapaian kerja selama bekerja di perusahaan sebagai persiapan untuk kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi kedepannya.


Sumber: Bisnismuda.id

Konten Lainnya

Image 2024539348458.jpg

31 Oktober 2023

Skill yang Harus Dimiliki Seorang Manajer

icon-arrow-up

Skill yang Harus Dimiliki Seorang Manajer

ManagerSkillTipsLeadershipKarier
Image 20266101704429.jpg

10 Juni 2026

Storytelling at Work: 4 Great Frameworks for Professional Use

icon-arrow-up

Beberapa framework terbaik dalam dunia kerja, diantaranya STAR, Hero's Journey, Framework BAB dan Framework PAS.

storytellingcommunicationSTAR FrameworkThe Hero's JourneyBAB FrameworkPAS Framework
Image 202527161113147.jpg

26 November 2024

Mobbing: Bahayanya pada Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya

icon-arrow-up

Mobbing merupakan tindakan negatif psikologis sistematis yang terjadi secara berulang dan melibatkan beberapa pelaku di tempat kerja.

MobbingBully Dunia KerjaCara Mengatasi MobbingBahaya MobbingBully
Image 20245310356667.jpg

21 September 2023

Imposter Syndrome: Sukses, Tetapi Tidak Pede Dengan Pencapaian Diri

icon-arrow-up

Imposter Syndrome: Sukses, Tetapi Tidak Pede Dengan Pencapaian Diri

Impostor SyndromPengertianPenyebabGangguanTips